cerita ini sering didongengkan dari mulut bu moy (guru bahasa jerman SMA6 jkt) kepada anak muridnya saat mengajar dikelas
“kemarin tuh ada anak 6 yang bikin malu, ketangkep waktu lagi nempel2 poster, poster megawati dijadiin dora.”
28rabu2006juni
kaptensemut bersama jejaka luar angkasa (saat ini lebih dikenal dgn ‘disemutin II’ )menjalankan aksinya
bersyukur karena kelakuan2 kita ini, mungkin dapat dijadikan skripsi untuk anak cucu nanti
tujuan kita hari itu cuma satu.
yaitu menempalkan stiker dimana-mana.
ditengah perjalanan kita menemukan sebuah telepon umum.
yang akhirnya setelah kita melakukan sulap sebentar.
gagang telepon umum itu telah lenyap. hahaha
sudah berpindah tempat kedalam tas salah satu dari kami, untuk dijadikan gantungan tas.
setengah perjalanan sudah terlewati.
kita memutuskan mencari amunisi disebuah plaza dibilangan blok m, bisa dibilang blok m plaza.
(spidol bagi kami adalah amunisi, dan senjata bagi kami adalah alat tulis)
keluar dari toko yang agung itu, lalu keliling sebentar sembari menempel.
ketika itu masih belum ada masalah.
masalah tiba2 sok kenal sok deket,
saat kita dengan sengaja menghentikan laju eskalator, lalu menempelkan stiker pada sisi luar eskalator tersebut.
zzzz.
setelah itu kami tidak ingat lagi, ketika tersadar kami sudah berada diruang keamanan plaza tersebut. (lebay mode : on) hahahha
engga engga kok, kita harus kejar-kejaran dulu sama aparat dinegara itu sampai akhirnya digiring ke ruang keamanan.
tak ada alasan untuk berkelit.
terdapat barang bukti didalam tas.
puluhan kertas bergambar mantan2 presiden kita yang telah diubah bentuknya.
hahaha terlihat dari mata mereka betapa terkesimanya mereka.
belom lagi mencari alasan untuk menjawab “darimana asal gagang telepon yang masih fresh tersebut? . hahaha
sampai diruang keamanan kami dianiaya, kami dijewer-jewer, kami dicubit-cubit, dan kami dikelitikin. hahaha
tidak,tidak, itu hanya bayangan kami saat itu. kami dalam keadaan trans.
sebenarnya kami disuruh push up, ditendang, dipukul, ditonjok.
hampir setiap anggota keamanan tersebut menganiaya kami.
setiap ada anggota yang datang langsung bilang.
“OH INI NI, prok” kami langsung ditampar.
saya yakin bahwa sebenarnya dia tidak tahu kami terkena masalah apa. dia hanya sekedar berkata OH INI NI! agar halal menampar kami.
MEREKA BILANG INI PERUSAKAN TEMPAT BISNIS, KEJAHATAN POLITIK, DAN PELECEHAN PRESIDEN.
KAMI DIFOTO BERDUA DGN GAYA YANG ALAKADARNYA, BAJU KAMI DITEMPELI BARANG BUKTI. KAMI DIFOTO DGN MENYANDANG PREDIKAT TERSANGKA.
KAMI DIPAKSA MENANDATANGANI SURAT YANG INTINYA, KAMI DILARANG MASUK BLOK M PLAZA LAGI.
masalah tidak berhenti sampai disini aja, 3 orang perwakilan guru kami datang menjemput layaknya kami seorang presiden.
kami bebas, tapi itu hanya angan.
kami digiring kedalam sekolah, mendekam lama di ruang bimbingan.
tak terbayangankan tatapan setiap guru waktu melihat kami,
memandang sebelah mata, sambil berkata ‘huh bikin malu aja’
setelah itu kepala sekolah mengajak kopi darat.
(aduuuh jadi maluu niii, pake baju apa ya nanti akyu)
basa basi sebentar, “sore pak, apa kabar?”
TIDAK DIGUBRIS
pak kepala sekolah bertanya
“siapa dalang dibalik ini semua?”
kami menjawab “siapa ya?ki gendeng kayaknya pak”
“JANGAN BERCANDA,TIDAK LUCU”
kami bertampang melas
kami membuat seorang tokoh palsu yang jelas2 tidak ada,untuk menjadi kambing hitam kami.
“jadi gini pak, waktu kita lagi nongkrong diterminal di datengin orang, diajak2in ngobrol trus disuruh nempel kerts ini,dibayar 20 ribu pak”
“siapa orangnya, bagaimana orangnya?”
“saya gak tau namanya, badannya besar, pake baju hitam, kaca mata hitam, ada codet dipipinya” kami menjawab berdasarkan doktrin yang kami terima dari televisi bahwa penjahat begitulah gayanya.
“OOOH BEGITUU, seharusnya kalian jangan mau” yess pak kepala sekolah tertipu hahhaha
ada satu guru yang sangat sentimen terhadap kami.
dia memanas2i sang kepala sekolah.
bertanya2 kehidupan kami.
“APAKAH KALIAN NGOBAT?”
dompet saya pun dicium layaknya anjing mengendus kotorannya sendiri.
“IYA PAK SAYA MINUM PANADOL” hahahaha. jawab salah satu dari kami
guru tersebut gondok, kepala sekolah sedikit tersenyum lirih.
“ini pak, 2anak ini memang aneh2 kelakuannya, yang satu kalo kesekolah gak bawa apa2, yang satunya lagi kalau kesekolah gak pake seragam.”
(iya betul! saya memang males pake seragam, habisnya seragam saya kusam,lalu saya dikucilkan sama teman2. (haha canda)
dan saya 2 kali tidak izinkan masuk sekolah karena kasus ini.)
setelah kami diberi ceramah yang lumayan lama.
saya ingat kami dibilang recedivies oleh kepala sekolah.
barang bukti dan tas kami ditahan.
kami diberi surat untuk disampaikan ke orangtua.
setelah berhasil bebas dari tindak pidana.
kami ketawa2 bahagia. puas rasanya.
merayakan kebebasan kami dengan makan paket attack di kfc bulungan.
sesampainya dirumah
“mah ini dapet surat dari kepala sekolah”
surat apa lagi bang?
blablablabla
aduh abang ni ! bisanya cuma bikin malu aja dah!
(ini udah yang ke3 kalinya untuk nyokap saya dpt surat panggilan, saya masih inget yang pertama gara2 tawuran, yang kedua karena petasan. iya petasan! saya membakar petasan disekolah yang menimbulkan suara dahsyat. hahaha, yang ke3 ya ini)
yak akhirnya saya diskors 2minggu akibat perbuatan menyenangkan ini. asriik!!